Rabu, 29 Mei 2013

ENZIM DAN KERJA ENZIM 1 DAN 2 - FISIOLOGI HEWAN

LAPORAN PRAKTIKUM
FISIOLOGI HEWAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum fisiologi hewan.



Kelompok 4:
Resa Indah Pebrina    (1210206081)
Rifani Nurfauzia        (1210206083)
Rita Yuliana               (1210206090)
Selly Kusmayanti        (1210206099)
Teni Budiarti              (1210206111)



PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI V/ B
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012

ENZIM DAN KERJA ENZIM I dan II
Hari/ Tanggal: Kamis, 27 September dan 04 Oktober 2012

A.  DASAR TEORI
Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah reaksi 
Dengan tidak adanya enzim. Lalu lintas kimiawi melalui jalur-jalur metabolisme akan menjadi sangat macet. (Campbell,dkk. 2004: 98).
Enzim dikenal untuk pertama kalinya sebagai protein oleh sumber pada tahun 1926 yang telah berhasil mengisolasi urease dari ‘kara pedang’ (Jack bean). Urease adalah enzim yang dapat menguraikan urea menjadi CO2 dan NH3 beberapa tahun kemudian Nhorthrop dan Kunitz dapat mengisolasi pepsin, tripsin, kimotripsin. Selanjutnya makin banyak enzim yang telah dapat diisolasi dan telah dibuktikan bahwa enzim tersebut ialah suatu protein (Anna Poedjiadi, 2005: 141)
Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis dalam metabolisme makhluk hidup. Enzim berperan untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, tetapi enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi. Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun
Enzim adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh sel-sel hidup. Inilah mengapa enzim tersebut katalis hayati atau organik atau sarana katalitik. Katalis juga menampakan spesifik atau kekhususan. Artinya suatu katalis tertentu akan berfungsi pada hanya suatu jenis reaksi tertentu saja (Mutiara indah, 2004: 318).
Terdapat  2 macam cara kerja enzim :
1.    Lock and key (gembok dan anak kunci)
Setiap enzim memiliki sisi aktif yang tersusun dari sejumlah asam amino. Bentuk sisi aktif ini sangat spesifik, sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim.
2.    Induced fit (induksi pas)
Sisi aktif enzim merupakan bentuk yang tidak kaku (fleksibel). Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif berubah bentuk sesuai dengan bentuk substrat kemudian terbentuk kompleks enzim-substrat. Pada saat produk sudah terlepas dari kompleks, maka enzim lepas dan kembali bereaksi dengan substrat yang lain. Enzim bekerja dengan cara mengkatalis reaksi sehingga meningkatkan kecepatan reaksi yang dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi (energi yang dibutuhkan untuk reaksi) (http://oketips.com/10146/tips-enzim-pencernaan-mengetahui-cara-kerja-enzim-amilase/)
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ialah:
1.   Suhu, semakin tinggi suhu, kerja enzim juga akan meningkat
2.   pH, pengaruh pH terhadap suatu enzim bervariasi tergantung jenisnya
3.   Konsentrasi substart, semakin tinggi konsentrasi substrat, semakin meningkat juga kerja enzim tetapi akan mencapai titik maksimal pada konsentrasi tertentu.
4.    Konsentrasi enzim, semakin tinggi konsentrasi enzim, semakin meningkat juga kerja enzim
5.    Adanya activator, aktivator merupakan zat yang memicu kerja enzim
6.    Adanya inhibitor, inhibitor merupakan zat yang menghambat kerja enzim. (http://fionaangelina.com/2008/09/14/enzim/)
Fungsi suatu enzim ialah sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi di dalam sel maupun di luar sel. Dari hal tersebut, maka dikenal dua tipe enzim, yaitu enzim ekstra seluler, atau eksoenzim (berfungsi di luar sel) dan enzim intraseluler, atau endoenzim (berfungsi di dalam sel). (Anna Poedjiadi, 2004: 143).
Cara kerja enzim adalah dengan membentuk senyawa enzim-substrat, kemudian menghasilkan suatu produk tanpa merubah senyawa enzim itu sendiri, setelah produk terbentuk maka enzim akan melepaskan diri untuk membentuk senyawa baru dengan substrat yang lain (http://www.e-dukasi.net/mapok/mp.full.php?id=372fname=materi2.html)
Enzim digolongkan menurut reaksi yang diikutinya, sedangkan masing-masing enzim diberi nama menurut nama substratnya, enzim dibagi dalam enam kelompok golongan besar, yaitu:
1. Oksidoreduktase
Enzim-enzim yang termasuk golongan ini dapat dibagi dalam dua bagian yaitu dehidrogenase dan oksidase. Dehidrogenase bekerja pada reaksi-reaksi dehidrogenase, yaitu reaksi pengambilan atom hidrogen dari suatu senyawa (donor). Hidrogen yang dilepas diterima oleh senyawa lain (akseptor). Enzim-enzim oksidate juga sebagai katalis pada reaksi pengambilan hidrogen dari suatu substrat.
2. Transferase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa kepada senyawa lain. Enzim yang termasuk golongan ini ialah metiltrasferase, hidroksimetiltransferase, karboksiltransferase, dll
3.  Hidrolase
Enzim yang termasuk golongan iini bekerja sebagai katalis pada reaksi hidrolisis. Enzim yang termasuk golongan ini ialah esterase, lipase, amilase, dll
4. Isomerase
Bekerja pada reaksi perubahan intramolekuler. Contoh yang termasuk enzim ini ialah ribulosafosfat epimerase dan glukosa fosfat isomerase
5. Ligase
Bekerja pada reaksi-reaksi penggabungan dua molekul. Oleh karena itu enzim tersebut dinamakan sintesase, ikatan yang terbentuk dari penggabungan tersebut adalah ikatan C-O, C-S, C-N atau C-C. Contoh enzim golongan ini antara lain glutamin sintetase dan piruvat karboksilase (Anna Poedjiadi, 2005: 153-157).

B.  TUJUAN
*        Mengetahui kerja enzim pada proses pencernaan di dalam mulut
*        Mengukur kerja enzim amilase dalam beberapa lingkungan suhu yang berbeda

C.  ALAT DAN BAHAN
Alat
Bahan
1.      Beker gelas 25 ml
2.      Tabung reaksi
3.      Pipet
4.      Batang pengaduk kaca
5.      Gelas Ukur
6.      Plat tetes
7.      Lumpang dan alu porselin
8.      Bunsen spirtus + kaki tiga + kasa
9.      Almunium foil
10    Termometer
11    Kardus bekas
1.      Saliva
2.      Larutan Almunium
3.      Larutan Iod
4.      Larutan Benedict
5.      Es dan air es
6.      Lugol
7.      Kue Crackers
8.      Waterbath
D.  CARA KERJA
a.    Kerja enzim amilase pada proses pencernaan di dalam mulut
Ambil 2 buah kue cracker sebagian di kunyah dan sebagian ditumbuk

Lakukan uji iod pada interval waktu pengunyahan 30 detik, 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, 5 menit, dan 10 menit.

Simpan hasil tumbukan  di plat tetes dan hasil kunyahan di tabung reaksi


Tetesi kedua sampel dengan larutan iod masing-masing 5 tetes


Lanjutkan dengan menyimpan seluruh sampel di ruang tanpa cahaya di dalam dus selama 30 menit.

Amati dan catat perubahan yang terjadi

A.  PEMBAHASAN
Pada praktikum ini  yang dilakukan yaitu dengan menggunakan cracker yang ditumbuk dan yang dikunyah, keduanya di tetesi iod, pada crackers yang ditumbuk disimpan di dalam kardus yang tanpa cahaya selama 30 menit, hasilnya menghasilkan warna hitam pekat karena tidak ada enzim di dalamnya. Pada crekers yang dikunyah menggunakan interval waktu 30 detik, 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, 5 menit, dan 10 menit, pada crekers yang dikunyah mengalami perubahan warna dan intensitas yang berbeda-beda, dimulai ungu pekat, ungu kehitaman, ungu, dikarenakan enzim amilase yang bekerja di mulut, terjadi perubahan warna tiap waktu yang ditentukan. Pada mulut juga terjadi proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa yang di bantu oleh enzim amilase.
Berdasarkan intensitas kepekatannya, hasil yang paling pekat adalah crekers yang ditumbuk. Hal ini karena kandungan karbohidratnya berupa glukosa masih utuh tidak mengalami penguraian seperti halnya yang mendapat perlakuan menggunakan enzim amilase dalam mulut. Sehingga hasil yang diperoleh amilumnya tampak sangat pekat. Adapun crekers yang dikunyah semakin lama waktu pengunyahan semakin pekat kandungan amilumnya. Namun dalam sumber literatur menyatakan bahwa semakin lama waktu pengunyahan semakin encer tingkat intensitas amilumnya. Perbedaan hasil percobaan ini dipengaruhi oleh konsentrasi saliva masing-masing orang dan cara pengunyahannya yang berbeda, sehingga hasil yang diperoleh pun berbeda.

B.  PERTANYAAN DAN JAWABAN
1.    Apa kegunaan uji Iod dan Benedict?
·      Uji iod ialah untuk penambahan iod pada suatu polisakarida akan menyebabkan terbentuknya kompleks adsorpsi berwarna spesifik. Amilum atau pati dengan iodium menghasilkan warna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur, glikogen dan sebagian pati yang terhidrolisis bereaksi dengan yodium membentuk warna merah cokelat.
·      Sedangkan uji benedict digunakan untuk menguji adanya glukosa dalam suatu larutan, benedict digunakan untuk mentes atau memeriksa kehadiran gula monosakarida dalam suatu cairan monosakarida bersifat reduktor, dengan meneteskan reagen akan menghasilkan endapan merah bata. Selain menguji kualitas secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam.
2.    Apa saliva itu? Kelenjar apa yang menghasilkannya? dan komponen apa saja yang terkandung dalam saliva?
Saliva adalah suatu cairan oral yang kompleks, yang tidak berwarna yang terdiri atas campuran sekresi dari kelenjar ludah besar dan kecil yang ada pada mukosa oral. Dihasilkan oleh kelenjar ludah.  Saliva disekresi di kelenjar saliva mayor yang terdiri dari kelenjar parotid, submandibula dan sublingualis dan kelenjar saliva minor yang terdiri dari kelenjar lingualis, bukalis, labialis, palatinal dan glossopalatina. Saliva diproduksi oleh masing-masing kelenjar saliva mayor yang berbeda dalam jumlah dan komposisinya. Kelenjar parotid menghasilkan saliva yang encer yang kaya akan enzim seperti amilase, protein seperti protein kaya proline dan glikoprotein lain. Kelenjar submandibular menghasilkan saliva yang bercampur yaitu serus dan mukus tapi yang lebih dominan adalah serus. Kelenjar sublingual menghasilkan saliva yang kental namun ditemukan sedikit sel serus.
3.    Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi cara kerja enzim?
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ialah:
1.    Suhu, semakin tinggi suhu, kerja enzim juga akan meningkat
2.    pH, pengaruh pH terhadap suatu enzim bervariasi tergantung jenisnya
3.    Konsentrasi substart, semakin tinggi konsentrasi substrat, semakin meningkat juga kerja enzim tetapi akan mencapai titik maksimal pada konsentrasi tertentu.
4.    Konsentrasi enzim, semakin tinggi konsentrasi enzim, semakin meningkat juga kerja enzim
5.    Adanya aktivator. Aktivator merupakan zat yang memicu kerja enzim
6.    Adanya inhibitor, inhibitor merupakan zat yang menghambat kerja enzim
4.    Apa yang dimaksud titik akromatis?
Titik akromatis adalah titik dimana sudah tidak terjadi perubahan warna lagi. Pada uji iod titik akromatis bisa diartikan sebagai titik dimana terjadi perubahan kimia dari polisakarida menjadi monosakarida.

PEMBAHASAN ENZIM 2
F. PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil praktikum pada uji hidrolisis amilum uji iod dan benedict pada suhu 50 C, 150 C, 250 C, 350 C, 400 C, 450 C, 550 C terlihat perubahan. Pada uji benedict warna tidak begitu memperlihatkan perubahan namun ditemukan butiran-butiran putih dari menit ke menit pada setiap suhu, maka hal ini sesuai dengan teori bahwa ini menandakan adanya proses hidrolisis maltosa menjadi dua molekul glukosa. Proses pemanasan mempercepat hidrolisis maltosa menjadi glukosa. Pada uji iod ditemukan titik akromatis pada suhu 350C yang ditandai dengan intensitas kepekatan yang makin bertambah dari menit pertama hingga menit terakhir, namun dalam sumber literatur menyatakan bahwa suhu optimal enzim berada pada suhu 300C- 400C dan akan rusak di atas suhu 500 C. Hal ini disebabkan apabila enzim berada pada suhu yang terlalu tinggi akan mengakibatkan denaturasi (perubahan struktur) serta kerusakan pada enzim.

G. PERTANYAAN DAN JAWABAN
5.  Berapa suhu optimum kerja enzim amilase berdasarkan hasil percobaan? Bandingkan dengan sumber literatur!
Berdasarkan percobaan suhu optimum kerja enzim amilase adalah 350C dengan ditandai intensitas perbedaan kepekatan dari 2 menit pertama sampai 2 menit ke 15, sedangkan berdasarkan sumber literature suhu optimum enzim itu 300C - 400C. Karena enzim akan mengalami denaturasi apabila berada dalam suhu yang terlalu tinggi.
6. Buatlah grafik yang menunjukan suhu optimum untuk aktifitas kerja enzim amilase---suhu terhadap interval waktu!
7.   Buatlah grafik yang menggambarkan titik akromatis!
8.  Uraikan tahapan hidrolisis amilum oleh enzim amilase!
Tahap hidrolisis amilum
          ↓
Amilum
      ↓
Amilodekstrin
      ↓
Eritrodekstrin
      ↓
Akrodekstrin
     ↓
Maltosa 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar