Kamis, 08 Desember 2011

Intra Dialog

Aku bertanya pada diriku sendiri tentang apa yang sedang terjadi dan kuhadapi
Aku masih bersabar untuk tetap mengerti yang telah kujalani
Berdiskusi dengan nurani kala malam telah tinggi melahap keheningan.
Tak ada lagi gemuruh hiruk pikuk dunia...hilang sudah kejumawaan orang-orang yang menuhankan dunia
Aku masih berbicara dengan diriku sendiri ... akan apa yang telah aku lampaui
Mencoba dengan sadar menerjemahkan pesan yang Kau titipkan pada dunia.
Matahari berbicara dengan bahasanya, air berbicara dengan bahasanya
Angin yang tetap berbicara dengan bahasanya dan hujan yang berbicara dengan bahasanya.
Matahari yang tanpa berhenti memberikan hangatnya pada manusia.
Air yang dengan alirannya memberi sejuk pada dahaga.
Angin yang tanpa sadar memberi berjuta harapan kehidupan pada makhluk-Nya
Dan Hujan memberi kesegaran saat kering kerontang lama menemani perjalanan kita
Semua berbicara dengan bahasa sendiri...mengingatkan kita pada arti kehidupan ini.
Jika Hidup tak lagi hidup ... maka mati tak lagi nyata.
Tetap dalam tunduk ini mencoba membuka rahasia Tuhan
Dalam kegelapan menunggu senja aku masih tetap terjaga.
Harapkan cinta yang datang diujung penantian ini. Kepasrahan menemani setiap pilihan dalam persimpangan yang tak tentu dimana ujung perjalanan.
Tetapi dimana ujung perjalanan ini, masih dalam keyakinanku bahwa Harapan lah yang dapat menjadi pemicu kemana semangat ini harus diarahkan.
Harapan pada sebuah keabadiaan yang Engkau janjikan.
Aku tak ingin buta karena janji-Mu, aku tak berharap menjadi manusia yang berharap pada-Mu tanpa akal yang akan menguatkan keyakinanku.
Karena dunia ini banyak dengan fatamorgana, kemilau yang bisa menuntun pada kegelapan nyata.
Dengan tetap berharap pada petunjuk-Mu aku lanjutkan perjalanan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar